Jakarta. Satuan Tugas (Satgas)  TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB)/Mission de l’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) memberikan bantuan trauma healing kepada 38 anak yang melarikan diri dan terdampak akibat bentrokan bersenjata. Hal itu dikatakan oleh Dansatgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO Kolonel Inf. Daniel Lumbanraja, bertempat di Soekarno Camp Indo RDB Kalemie, Provinsi Tanganyika Republik Demokratis Kongo, Sabtu (21/1/2021).

Dansatgas mengatakan bahwa telah terjadi bentrokan bersenjata antara kelompok milisi Mai Mai Malaika dengan Milisi Self Defense di wilayah Kabambare beberapa waktu lalu dan mengakibatkan hilangnya 100 anak.

“Untuk itu Komandan Sektor Selatan MONUSCO Brigadir Jenderal Mohammad Atif Mujtaba memerintahkan Satgas  TNI Konga XXXIX-B RDB untuk melaksanakan misi bersama / Long Range Mission (LRM) dengan melibatkan Disarmament Demobilisation Reintegration Repatriation Resettlement (DDRRR), Cold Protection Section (CPS), Civil Affairs Section (CAS) dan UNICEF  ke desa Mutupeke, Kalonda II dan Kako, Provinsi maniema dimulai sejak awal Januari 2021,” ucapnya.

Pada pelaksanaan misi tersebut Satgas TNI Konga XXXIX-B/MONUSCO dipimpin oleh Kapten Inf. Ikhsan  melaksanakan pertemuan dengan beberapa Kepala Desa dan masyarakat di wilayah tersebut. Adapun informasi yang didapat bahwa adanya 38 anak yang merupakan pelarian akibat bentrokan bersenjata.

Selanjutnya Satgas TNI Konga XXXIX-B/MONUSCO melaksanakan kegiatan Civil Military Coordination (CIMIC) dengan melibatkan Female Engagement Team (FET) Indo RDB. Dalam kegiatan Cimic tersebut dilaksanakan medical check up dan trauma healing berupa menari bersama dan permainan guna meningkatkan moril anak-anak akibat trauma yang baru saja mereka alami.

“Dari jumlah 38 anak,  terdapat 31 anak berusia 6 s.d 17 tahun yang diantaranya 28 anak merupakan siswa SD Kimanu dan 3 siswa Sekolah Menegah Kahoyi di Desa Mujuka di wilayah Kabambare. Disamping itu terdapat 7 anak tanpa orang tua yang merupakan 3 anak perempuan dan 4 anak laki-laki berusia 4 s.d 13 tahun”, tutup Dansatgas. (Penkostrad).