Jakarta. Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Arhanud 16  Kostrad turut hadir dalam acara Sosialisasi dampak Penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) di Segmen Timur Pulau Sebatik Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia di Gedung Aztrada 88 jalan Ahmad Yani, Desa Sei Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Senin (28/3/2021).

Dengan dilaksanakannya Sosialisasi OBP ini,  menjadikan momen Strategis dan sangat penting dalam memberikan solusi kepada Pemerintah daerah dan masyarakat, dalam hal penyelesaian batas Pertahanan Negara dan mencarikan solusi terkait penyelesaian masalah masyarakat yang terdampak OBP.

Hal tersebut disampaikan Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16 Kostrad Mayor Arh M Nanang Rudianto, setelah mengikut rapat Sosialisasi dampak penyeleseian OBP kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri di jalan Ahmad Yani, desa Sei Nyamuk, Kabupaten Nunukan.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Dr. Surya Tjandra, S.H., LL.M. (Wamen ART/BPN), Kasubdit Batas Negara Dan Pulau Terluar Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Bapak Edi Samsudin Nasution, S.E., M.A.P., Kasubdit Wilayah Darat Direktorat Wilayah Pertahanan Kementrian Pertahanan Koloneĺ Inf Ahmad Yonizar, Danden Surta Direktorat Topografi AD Letkol Ctp Amin Nurdin, Sekda Kab. Nunukan Bapak Serfianus, S.IP., M.P., Wakil DPD-RI Kalimantan Utara Bapak Fernando Sinaga, Anggota DPD-RI Kalimantan Timur Bapak Muhammad Idris, Dandim 0911/Nnk diwakili oleh Danramil 0911-02/Sbt Mayor Arm Mohammad Bakri, Para Camat Se- Pulau Sebatik Wakapolsek Sebatik Timur Ipda Eko Asiadi. P., Gaswi Sebatik Binda Kaltara Kapten Inf Badaruddin, Dantim Bais Kapten Inf Wawan, Danki Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Lettu Arh Abied, Danki Satgas Marinir Ambalat XXVI Lettu Mar M. Irfan Rosandi, Para Kepala Desa, Toga dan Tomas Sebatik serta Para Warga yang terdampak OBP.

Wadansatgas menambahkan, dari hasil paparan dari beberapa nara sumber dapat diambil kesimpula, sebagai berikut, ” yang pertama, tetap menjaga hubungan kerjasama Wilayah Darat Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. kedua, batas Negara Indonesia-Malaysia mengikuti aturan batas yang telah ditetapkan oleh Belanda-Inggris sejak dahulu, yg telah disepakati berdasarkan ketentuan hukum tahun 1891 dan berada di 4 derajat 10 menit Lintang Utara. Selanjutnya, untuk Mekanisme dan Penjelasan akan di sampaikan oleh Pemerintah daerah yang telah di tunjuk oleh dari Pemerintah Pusat. Ketiga, lahan sengketa seluas ± 5 Ha milik Indonesia masuk ke Wilayah Malaysia dan Lahan Seluas ± 125 Ha milik Malaysia masuk ke Wilayah Indonesia,” tambah Wadansatgas.

” Kami Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC akan senantiasa selalu mendukung apa yang menjadi keputusan bersama mengenai Patok Batas Negara, dan kami (Satgas) akan bekerja keras, bekerja dengan segala kemampuan kami dalam menjaga patok batas negara yang menjadi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Wadansatgas.  (Penkostrad).