(Penkostrad. Jumat, 20 Desember 2019).  Setiap tahunnya, tanggal 18 Desember diperingati sebagai hari buruh migran. Penetapan tanggal  ini mengacu pada deklarasi Konvensi   Perlindungan Hak-hak seluruh pekerja migran dan anggota keluarganya (melalui Resolusi No. 45/158) pada tanggal 18 Desember 1990  di New York Amerika Serikat.

Sehubungan   dengan   peringatan   hari   buruh   migran   (Migrant   Day),   Panglima   Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr (Han) menghadiri acara Launching Migrant Day yang digelar oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Ibu Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. Kegiatan ini diikuti lebih dari 4.000 peserta calon tenaga kerja migran se-Jawa Timur yang bertempat di GOR Vira Yudha Markas Divisi Infanteri 2 Kostrad, Singosari, Malang. Rabu (18/12).

Selain Menteri Ketenagakerjaan RI, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Menteri Pertahanan RI   Bapak   Ir.   Sakti   Wahyu   Trenggono,   M.M.   Migrant   Day   yang   digelar   kali   ini merupakan   program   yang   diadakan   oleh   Kemenaker   RI   untuk   menjadikan   pekerja

migran sebagai duta  pariwisata   Indonesia.  Hal itu   dikarenakan   para   pekerja migran memiliki interaksi langsung dengan Warga Negara Asing (WNA) di luar negeri, yang dapat menjadi potensi untuk memberikan informasi terkait pariwisata Indonesia.

Sebelum keluar negeri, para pekerja migran ini akan diberikan pengetahuan tentang wawasan kebangsaan dan ideologi serta destinasi wisata prioritas Indonesia. Dengan bekal   tersebut,   diharapan   para   pekerja   migran   setibanya   di   luar   negeri   bisa mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada majikan maupun teman-temannya yang merupakan warga negara asing.

Kegiatan wawasan kebangsaan dan destinasi wisata prioritas Indonesia yang diberikan kepada para pekerja migran ini, disamping meningkatkan wawasan tentang destinasi wisata   prioritas   yang   ada   di   Indonesia,   juga   merupakan   salah   satu   bentuk   upaya meningkatkan   disiplin,   mental   dan   fisik   serta   pengetahuan   tentang   wawasan kebangsaan   dan   jiwa   nasionalisme   para   pekerja   migran,   yang   juga   dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kebanggaan serta soliditas yang tinggi.

Menteri Ketenagakerjaan RI menyampaikan, “Pelatihan ideologi dan destinasi wisata prioritas Indonesia akan dilakukan sebelum para pekerja keluar negeri. Harapannya, saat para pekerja tiba di luar negeri mereka bisa menjadi duta wisata Indonesia. Dalam hal ini, pekerja migran bisa mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada para majikannya.

“Mereka   juga   bisa menjadi   duta   wisata   kita,   mereka bisa jelaskan   destinasi  wisata prioritas misalnya. Pekerja migran itu punya hubungan dengan majikannya dan yang mempekerjakan mereka juga orang yang mampu,” ucap Menteri Ketenagakerjaan RI.

Sementara itu, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan ucapan terimakasih kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Wakil Menteri Pertahanan RI, karena Divisi Infanteri 2 Kostrad dipercaya   sebagai   tempat   diselenggarakannya   Launching   Migrant   Day.   “Ini   suatu kehormatan besar bagi kami selaku tuan rumah,” tegasnya.

Pangdiv   juga   berpesan   dan   mengajak   kepada   para   pekerja   migran   agar   selalu memelihara dan meningkatkan soliditas, semangat serta moral setiap pekerja migran agar selalu siap dan berhasil dalam setiap tugas.

Pada   kegiatan   tersebut,   Kemenaker   RI   menandatangani   MoU   (Memorandum   of Understanding)   dengan   Kementerian   Pertahanan   serta   Kementerian   Pariwisata   dan Ekonomi Kreatif. Dengan adanya MoU ini, pekerja migran diberi pembekalan ideologi bangsa dan destinasi wisata prioritas Indonesia.