Jakarta. Panglima Kostrad Letjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ibu Uli Simanjuntak bersama Prajurit dan PNS Kostrad melaksanakan ibadah dan perayaan syukur Paskah bertempat di Ruang Mandala, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Rabu (20/4/2022).

Perayaan Paskah adalah hari kemenangan iman umat Kristiani di seluruh dunia. Peristiwanya ditandai dengan penderitaan Yesus Kristus sampai mati di salib, tapi kemudian bangkit pada hari ke tiga, berita proklamasi bahwa Yesus telah menang atas kuasa maut dikumandangkan. Dosa dan iblis tidak lagi merajai karena sengat maut telah dipatahkan. Ternyata kemenangan ini justru diraih dengan pengorbanan, bahwa Allah telah mengambil rupa seorang hamba menderita sengsara bahkan sampai mati di salib.

Bagi umat Kristiani, merayakan Paskah sama artinya dengan merayakan hidup baru dalam Kristus, karena dengan kebangkitan Yesus Kristus, manusia diselamatkan dan memperoleh kehidupan yang baru.

Tema yang diangkat pada perayaan  Paskah kali ini yaitu “ Spiritualitas Mewujudkan Indonesia Damai”

Dalam sambutannya, Pangkostrad menjelaskan jika Paskah adalah jalan damai yang diinisiasi oleh Allah demi merangkul dan merengkuh kembali manusia yang telah kehilangan kemanusiannya. Maka spiritual Paskah mendorong setiap pengikut Kristus untuk meneladani nilai-nilai Kasih serta mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan nyata.

“Yesus mau berkorban karena kasihNya kepada kita. Umat Kristiani meresponnya dengan mengedepankan serta menerapkan nilai-nilai ketaatan dan loyalitas, ketulusan dalam melayaniNya serta sesama di lingkungan sekitar. Itulah tanda pengorbanan kita yaitu memendamkan ego serta merubuhkan tembok-tembok keakuan dan pementingan  diri maupun kelompok demi menghadirkan kedamaian di Negara Republik Indonesia di tengah kondisi merosotnya nilai-nilai persaudaraan karena keengganan orang atau kelompok untuk berkorban demi sesamanya,” ujar Pangkostrad.

Pangkostrad menambahkan jika apa yang dialami dan dilakukan oleh Yesus mengandung nilai loyalitas dan keikhlasan serta kerelaan berkorban yang tiada tara demi menjalankan misi Allah ditengah dunia yaitu menyelamatkan umat manusia.

Diakhir sambutannya, Pangkostrad berterima kasih kepada Pendeta I Nyoman Agus, karena telah menyediakan waktunya di sela-sela kesibukan untuk menghayati kebangkitan Sang juru selamat atau hari Paskah sebagai wujud toleransi dan menghargai kemajemukan yang ada di Indonesia termasuk di Makostrad. (Penkostrad).