403 Forbidden

Request forbidden by administrative rules.

 

(Penkostrad. Rabu, 24 Mei 2017). Kejuaraan Pencak Silat UIN Maliki Cup II Sejawa dan Bali yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali digelar. Hal ini menarik minat Batalyon Artileri Pertahanan Udara 2 Kostrad untuk mengikuti ajang ini.

Yonarhanudri 2 Kostrad mengirimkan 2 orang pesilatnya yang berasal dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan tergabung dalam kontingen PSHT Alap-Alap. Kegiatan yang dipusatkan di gedung Sport Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini berlangsung selama 3 hari, mulai dari tanggal 17 s.d. 19 Mei 2017.

Kejuaraan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si.  Dalam sambutannya, ia menyampaikan, “Saya sebagai pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta semua di kampus kami. Semoga event besar ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kampus, khususnya dalam bidang prestasi non-akademik,” ungkapnya.

“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terbuka menerima siapa saja yang hadir dan memanfaatkan kampus ini  sebagai wahana pembelajaran dan pengembangan kreatifitas diri,” imbuh Mudjia.

Dalam kejuaraan Pencak Silat yang diikuti oleh 320 orang pesilat tersebut, dua orang pesilat Yonarhanudri 2 Kostrad berhasil naik podium. Prada Aditya Restu meraih Juara 3 di kelas B dewasa (50-55 Kg) sedangkan di kelas C dewasa (55-60 Kg) yang diwakili oleh Prada Awan Dena Rotana berhasil membawa pulang medali emas, ia mengalahkan semua lawannya dan meraih juara 1 di kelas tersebut.

Ini merupakan hasil yang sangat baik bagi Satuan Yonarhanudri 2 Kostrad dengan berhasil membawa pulang 2 medali. “Alhamdulillah saya senang bertanding di final, saya sangat bangga bisa menyumbangkan medali emas, hal ini berkat dukungan dan doa pelatih serta rekan-rekan yang terus memberikan semangat dalam setiap pertandingan yang saya ikuti,” ujar Prada Awan.

403 Forbidden

Request forbidden by administrative rules.