(Penkostrad. Selasa, 2 Juli 2019). Warga Distrik Sinak, Kabupaten Puncak menyambut dengan suka cita kegiatan pengobatan massal yang dilaksanakan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad, Senin (01/07).

Kegiatan ini adalah hasil kerjasama dan komunikasi yang melekat antara Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 514 Kostrad bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Distrik Sinak, Kab Puncak dan Koramil 04 /Sinak Kodim 1714 /PJ. Warga berbondong-bondong memenuhi pasar Sinak, tempat dilaksanakannya pengobatan massal dengan membawa sanak keluarga yang akan berobat.

Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas), Mayor Inf M. Syafril menyampaikan bahwa kegiatan pengobatan massal kali ini melibatkan 27 orang personel Satgas Yonif Raider 514 Kostrad yang bertugas sehari-hari di Kabupaten Puncak Jaya, prajurit harus menempuh jarak  54 Km selama 4 hari dengan berjalan kaki menuju tempat pengobatan massal di Distrik Sinak, Kab. Puncak, dengan tulus dan ikhlas seluruh prajurit membawa semangat untuk membantu masyarakat.

“Lelah para prajurit hilang seketika melihat senyum dan tawa dari warga Distrik Sinak, Kab. Puncak setelah selesai melakukan pengobatan, tercatat sebanyak 63 orang yang mengikuti pengobatan,” ujar Wadansatgas.

“Pengobatan massal adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad selama berada di daerah penugasan, dengan tujuan untuk mengatasi masalah kesehatan khususnya Warga Distrik Sinak, Kab Puncak,” tambah Wadansatgas.

Kepala Distrik Sinak, Kab. Puncak, Bapak Petrus Kogoya mengucapkan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad atas bantuanya sehingga warganya sangat terbantu.

“Saya merasa bangga dan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad yang melaksanakan pengobatan massal, dengan menempuh jarak sejauh 54 Km selama 4 hari dengan berjalan kaki dari Kabupaten Puncak Jaya ke Distrik Sinak, Kab. Puncak bukanlah jarak yang dekat, namun dengan ketulusan hati dan semangat membantu para prajurit dapat melaksanakanya,” ujar Bapak Petrus Kogoya.

“Papua adalah bagian yang tidak dapat dilepaskan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai kapanpun. Selamat melanjutkan tugas semoga Tuhan YME senantiasa meridhoi rekan-rekan prajurit semuanya.” Pungkas Bapak Petrus Kogoya.

403 Forbidden

Request forbidden by administrative rules.