(Penkostrad. Rabu, 12 April 2017). Divisi Infanteri 1 Kostrad menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Pusat.

Acara tersebut dilaksanakan di Gor Kartika Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/4).

Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI A.M Putranto mengatakan, “Acara ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada Prajurit, PNS dan Persit jajaran Divif 1 Kostrad tentang dampak negatif  Narkoba”.

Sementara itu, Asisten Intelijen Kasdivif 1 Kostrad Kolonel Inf Ramces Alboin, S.Pd., mengatakan, “Penyalahgunaan narkoba saat ini menjadi masalah yang sangat memprihatinkan dan cenderung semakin meningkat serta merupakan masalah bersama, sehingga memerlukan suatu strategi yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk Divif 1 Kostrad untuk mencegahnya.

Dalam penyuluhan ini, pembawa materi Brigjen Pol, Dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM. dari BNN Pusat menerangkan hakikat Narkoba,  mulai dari jenis-jenisnya, maupun efek yang ditimbulkan pada para pemakai. Bagi pecandu akan mengalami gangguan jiwa dan kehilangan akal sehat, jika sudah ketergantungan Narkoba bisa dipastikan masa depan yang bersangkutan  akan hancur.

Brigjen Pol Victor Pudjiadi menegaskan, jika peredaran narkoba di Indonesia sudah sangat membahayakan dengan menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya. “Jenisnya pun kini bertambah dan bermacam-macam,” ujarnya.

Lebih lanjut Brigjen Pol Victor Pudjiadi mengatakan penggunaan narkoba disebabkan karena ingin mencoba sesuatu yang baru, gaya hidup (lifestyle) dan adanya tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan.

Brigjen Pol Victor Pudjiadi  menambahkan, deteksi dini terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkat laku, lingkungan pergaulan, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim serta adanya penurunan kondisi kesehatan secara fisik dan psikis.

Dari data yang diperoleh, masuknya narkoba ke Indonesia 80% melalui jalur laut, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan. Selebihnya, jalur udara dan darat digunakan sindikat pengedar untuk menyebar dagangannya. Oleh karenanya, BNN selalu berupaya melakukan pencegahan beredarnya barang haram tersebut. Diantaranya melaksanakan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Namun ia mengaku, BNN saja tidak cukup, oleh karena itu dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti Kostrad untuk mewujudkan hal tersebut. Upaya tersebut tentunya akan lebih maksimal jika para penentu kebijakan yang memegang wewenang pimpinan  mempunyai komitmen yang tinggi untuk memberantas dan menyelamatkan anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba.

Usai penyuluhan Pangdivif 1 Kostrad menerima Original Record Indonesia (ORI) sebagai peserta  penyuluhan  P4GN terbanyak se Indonesia tingkat TNI dengan jumlah 1800 peserta.

Acar penyuluhan tersebut dihadiri oleh Kasdivif 1 Kostrad, para Asiten Kasdivif 1 Kostrad, para Komandan Satuan Jajaran Divif 1 Kostrad, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 PG Kostrad.