(Penkostrad. Kamis 13 April 2017).  Divisi Infanteri (Divif) 1 Kostrad menyelenggarakan ceramah tentang penyakit kelamin HIV/ AIDS yang dihadiri oleh Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI A.M Putranto, Kasdivif 1 Kostrad, para Asiten Kasdivif 1 Kostrad, para Komandan Satuan Jajaran Divif 1 Kostrad, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 1 PG Kostrad,  Prajurit, PNS dan Persit jajaran Divif 1 Kostrad.

Ceramah tentang penyakit kelamin HIV/ AIDS disampaikan oleh dr. Dewi Inong Irana Sp, KK. di Gor Kartika Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/4).

Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad, Mayjen TNI A.M Putranto mengatakan, ceramah ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada personel Divif 1 Kostrad dan keluarganya tentang penyakit kelamim HIV/AIDS yang sangat membahayakan hidup manusia. Dengan memberikan pemahaman tentang penyakit yang mengerikan ini, diharapkan anggota Divif 1 Kostrad dan keluarganya tidak terjangkit penyakit kelamin ini.

Dalam ceramah tersebut, dr Dewi Inong Irana Sp, KK. yang juga Penyuluh Independen Kesehatan Seksual menyampaikan, penyakit HIV/AIDS atau penyakit kelamin ini terjadi akibat hubungan seks bebas seperti yang dilakukan kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Insfeksi Menular Seksual (IMS) atau penyakit kelamin akibat hubungan seks bebas ini bagi penderita kadang kala tidak bergejala dan sulit untuk disembuhkan. Virus ini hidup tahunan didalam darah atau sel dan dapat menular pada anak dalam kandungan. Penyakit ini rata-rata diderita orang dewasa, mayoritas bagi kaum Gay, Lesbian. Namun saat ini, penyakit HIV/AIDS banyak diderita orang yang berkeluarga, oleh karena itu, dr Dewi Inong mengajak anggota Divif 1 Kostrad ikut menekan penderita penyakit kelamin ini menjadi nol.

“Perlu diingat dikalangan anak Sekolah Dasar saja, rata-rata anak SD tersebut sudah tahu situs-situs pornografi di internet, dimana situs ini ditujukan untuk merusak anak-anak muda sebagai generasi bangsa. Anak-anak diarahkan untuk hidup seperti LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender ). Untuk itu, dr Dewi Inong menekankan kepada seluruh anggota prajurit Divif 1 Kostrad dan keluarga yang memiliki anak, agar lebih waspada dalam mengawasi dan membimbing anak-anak serta jangan sampai mereka kurang kasih sayang dari orang tua”, kata Dewi Inong.

Diharapkannya anggota Divif 1 Kostrad hendaknya menjadi prajurit yang “Super” artinya perlu diperhatikan, Setia pada pasangannya, Utamakan pasangan, Periksa bila beresiko, Edukasi dan informasi yang tepat dan Rekomendasikan kepada teman dekat dan mencegah penyakit kelamin dengan mengingat Safe Seks Is No Zinah, karena hal itu juga menjadi larangan setiap agama. “Jangan sampai anggota Divif 1 Kostrad dan keluarga terjerumus karena lima menit nikmat semu karier dan keluarga hancur serta dapat mencegah secara dini dengan cara penanggulangannya bagi dirinya maupun keluarga, tambahnya.